Menetapkan Tinggi Plafon Ideal Agar Suasanan Ruangan Buat Betah di Rumah

Bagian dari rumah yang sangat berpengaruh untuk menetapkan temperatur dalam ruangan adalah bagian langit-langitnya. Secara umum penghuni rumah mengetahui bahwa plafon yang tinggi akan memberikan ruangan untuk sirkulasi udara yang akan membuat rumah menjadi sejuk. Demikian pula sebaliknya, rumah dengan plafon rendah cenderung akan lebih panas. Namun, sebenarnya ada banyak hal yang mempengaruhi suhu dalam rumah dari pemilihan plafon dengan pengukuran yang lebih detail.

Elemen Penting Untuk Menghitung Ukuran Plafon Ideal Bagi Rumah Anda

Dalam seni arsitektural, menentukan tinggi plafon dipengaruhi oleh lokasi rumah, bentuk hunian serta selera personal pemilik rumah. Idealnya, sebuah rumah terasa sejuk tanpa harus membuka jendela lebar-lebar atau memasang penyejuk ruangan. Selain hemat energi listrik, rumah yang sejuk lebih nyaman bagi pemilik rumahnya dan membuat mereka betah berlama-lama dalam rumah. berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan tinggi plafon rumah yang ideal untuk rumah anda.

1. Proporsional

Semakin besar sebuah rumah maka semakin tinggi pula plafonnya. Secara umum, demikianlah cara menghitung perbandingan yang proporsional untuk menentukan tinggi plafon. Apapun materialnya baik dari plafon gypsum, metal, kayu, GRC atau PVC sebaiknya tinggi plafon selalu lebih besar dari luar ruangannya. Misalkan, rumah anda memiliki ruang tamu dengan ukuran 3×4 meter, maka setidaknya plafonnya sebesar 3.5 meter atau lebih.

2. Estetika

Desain interior yang indah juga berkaitan dengan strutur bangunan yang seimbang. Hitungan proporsi ideal mendukung penataan ruangan yang memiliki nilai estetika yang baik. Karena ruangan yang tidak proporsional akan terlihat aneh dan bahkan menyesakkan. Plafon dengan ukiran dan pola atraktif memberikan tambahan nilai estetika dan pada saat yang sama memberikan fokus visual pada bagian langit-langit. Dapatkan saran dari toko bangunan yang jual plafon gypsum murah untuk jenis bisa yang membuat ruangan anda semakin menarik.

3. Faktor iklim

Lokasi rumah pada dataran tinggi cenderung memiliki iklim yang sejuk atau dingin. Maka, dapat dimaklumi bila rumah tua di daerah puncak tanpa memiliki plafon tinggi sudah cukup sejuk dan nyaman. Sedangkan daerah beriklim panas atau daerah pesisir pantai cenderung panas dan memerlukan bentuk plafon tinggi yang melebihi hitungan proporsional. Jadi, jangan kanget bila melihat rumah kayu tepi pantai yang bahkan tidak memiliki plafon sama sekali. Tinggi plafon hunian tepi pantai dapat menjulang sampai sekitar 5 – 7 meter dan membuat ruang menjadi sejuk walaupun posisinya berada di dekat laut.

Baca juga:

4. Void atau loft

Adanya void atau bagian kosong di lantai dua membuat fokus lebih terarah pada plafon di lantai kedua. Apapun bentuk rumah anda baik minimalis maupun bergaya victoria klasik atau modern midcentury, void dapat menjadi bukaan penting untuk memperbolehknan sinar matahari langsung dan sirkulasi udara dalam ruangan secara berlimpah.

5. Pencahayaan

Desain penerangan pada plafon yang rumit akan mengurangi tinggi plafon secara tidak langsung. Apalagi bila berkreasi dengan plafon gypsum yang ringan dan mudah dikreasikan. Pertimbangkan ukuran langit-langit yang menggunakan pencahayaan dengan material tebal dan malah mengurangi tinggi dari ukuran sesungguhnya.

Jadi kesimpulannya adalah menentukan ketinggian untuk plafon rumah disesuaikan dengan beberapa hal, mulai dari proporsional ruangan, estetika yang ditampilkan, iklim dimana rumah berada, serta lancarnya pencahayaan, dan sirkulasi udara. Semua hal tersebut berkontribusi dalam menentukan tinggi plafon ruangan yang baik mengikuti hitungan matematis atau mengidahkan semua aturan dan menggunakan selera pribadi dengan ukuran yang disukainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *